Begini Prosedur Blokir Kartu ATM Bank yang Hilang

Prosedur Blokir Kartu ATM Bank yang Hilang – Setiap pembukaan rekening tabungan baru di sebuah bank biasanya akan ditawarkan juga fasilitas kartu ATM. Kartu ATM merupakan fitur tambahan yang diberikan kepada nasabah yang akan memudahkan mereka bertransaksi di berbagai Jaringan ATM yang ada di Indonesia dan juga luar negeri sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

Kartu ATM bank itu bisa digunakan untuk mengecek saldo, mentransfer sejumlah uang, hingga membayar cicilan kredit, membayar pembelian daring serta membeli pulsa prabayar.

Setiap Kartu ATM yang dimiliki nasabah akan diamankan dengan enam angka unik yang dinamakan PIN ATM. PIN ATM tersebut hanya nasabah yang bersangkutan saja yang tahu, bahkan pihak bank pun tak mengetahuinya.

Prosedur Blokir Kartu ATM Bank yang Hilang

Begitu pentingnya PIN ATM maka orang lain tak boleh tahu. Bagaimana bila kartu ATM bank yang dimiliki hilang? Langkah apa yang seharusnya diambil? Kartu ATM yang hilang maka nasabah harus segera meminta pemblokiran akses sehingga tak disalahgunakan orang lain yang menemukan. Setelah itu nasabah bisa meminta penggantian kartu ATM baru.

Cara memblokir kartu ATM BRI misalnya, nasabah langsung saja menemui bagian customer service kantor bank BRI terdekat. Akan tetapi bila ada kendala jarak yang terlalu jauh atau sedang hari libur maka cara memblokir kartu ATM paling cepat adalah segera menelepon nomor Call Center bank bersangkutan.

Baca juga  Cek Saldo Minimal Mengendap Rekening Tabungan Beberapa Bank Besar

Nasabah harus mengecek terlebih dulu ponsel yang digunakan cukupkah pulsa yang akan digunakan menelepon sehingga pembicaraan tak ada kejadian pembicaraan terputus di tengah jalan.

Ketika sudah tersambung biasanya pihak CS akan menanyakan masalah yang sedang dihadapi. Nasabah bisa langsung mengutarakan maksud untuk memblokir kartu ATM sebab hilang. Nasabah akan ditanyakan beberapa pertanyaan untuk memverifikasi bahwa memang benar-benar pemilik rekening.

Pertanyaan itu biasanya : nomor rekening, nama ibu kandung, tanggal lahir dan beberapa lainnya. Jika verifikasi terjawab dengan benar maka prosedur pemblokiran kartu ATM akan langsung dilakukan pihak bank.

Sesudah itu nasabah bisa datang ke kantor bank bersangkutan untuk mengurus pembuatan kartu ATM baru. Jangan lupa melengkapi berkas-berkas yang diperlukan seperti buku tabungan, KTP dan Surat kehilangan dari Kepolisian. Kartu ATM baru biasanya akan langsung diberikan dan sudah bisa digunakan bertransaksi di mesin ATM.